Elo, Udah Lama di Jawa Ya?

Standard

Saya punya cerita tentang satu teman saya bernama Udin, singkat cerita Udin ini sebenarnya orang ndeso yang berkelana mencari kitab suci.. *erm* berkelana ke kota mencari rejeki tepatnya. Udin, 23 thn, item, kurus, pendek, single (paling anti dipanggil jomblo katanya),

produk Jawa Timur Aseli, tulen, murni 100% Jawa dan 1000% medhok.

Long story short, Udin yang sering pindah – pindah kerja akhirnya menemukan tempat kerja yang selama ini dia idam – idamkan. Posisi di pusat Ibu Kota, komposisi wanita > pria > setengah pria setengah cewek, dan yang paling penting menurut si Udin adalah, setelah pengamatannya menurut fengshui dan primbon, di tempat kerjanya yang baru ini Udin bisa meningkatkan kadar gahool-nya 10%.

Suatu siang, di sebuah kafetaria ternama di Pusat Kota Jakarta, di daerah Thamrin, yang selalu penuh sesak oleh pengunjung saat makan siang dan makan sore. Yaa, sebut saja kafe ternama itu Warteg lah ya *poker face*. Duduk di pojokan, bergerombol, Udin sang pengelana dan teman – teman kerja barunya sedang menikmati santapan makan siang yang sudah hampir ludes nampaknya.

Sembari memperkenalkan diri, mereka juga bercanda layaknya di hutan, which is so loud sekalee pemirsa. Udin yang sedang berusaha menaikkan kadar gahool-nya semaksimal mungkin, mau tak mau harus mengimbangi teman – temannya yang menggunakan bahasa gahool khas Jakarta (elo gue). Ya walaupun dipaksakan sampe rambut gondrong, tetap saja suara yang keluar dari mulut Udin malah semakin mirip anak Alay yang sedang mencoba berjualan sayur keliling nyambi bakul jamu di pasar. Pemirsa, kalau sekiranya jijik gak usah dibayangkan ya, Saya aja juga geli kalau keinget.

Saat asyik ngobrol salah satu teman baru Udin yang bernama Shinta tiba – tiba bertanya “Din, elo baru dari jawa yak?” Tanya Shinta polos, sembari menulis sandi morse di HP. Udin yang sedari tadi pasang senyum lebar, langsung berubah wajah seketika. Tak menyangka akan disodori pertanyaan seperti itu, dengan setengah kaget, Udin menjawab dengan terbata – bata “Enn.. Endak ii Mbak..!” Masih setengah siyok, Udin menimpali jawabannya sendiri “Ghue udah lama di Jakarta ogg. Emange kenapa to?” Mendengar jawaban Udin, Shinta dan teman – teman lainnya hanya mengangguk – angguk dalam senyum.

Sadar akan bahasa yang keluar dari mulutnya campur aduk antara Jawa – Jakarta Gahool – dan sedikit bahasa tumbuh – tumbuhan, Udin berusaha memperbaiki suasana dengan bercanda menggunakan bahasa Gahool Jakarta kembali yang pastinya dengan sangat dipaksakan. Dan kembali, teman – teman barunya tertawa terbahak, kali ini bukan karena ceritanya, melainkan karena logat Udin yang lebih mirip waiters kafetaria tersebut.

Ps : true story

2 thoughts on “Elo, Udah Lama di Jawa Ya?

Hujatan Anda akan sangat menyentuh hati Saya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s